Senin, 19 Desember 2011

Mengenal Sekilas Budaya/Tradisi Masyarakat Arab

Mengenal Sekilas Budaya/Tradisi Masyarakat Arab

Dalam batas-batas tertentu, pertemuan antara dunia luar dengan Indonesia lebih berbentuk persaingan, konflik, dan perselisihan daripada saling mengerti, bersahabat, dan kerja sama. Demikian juga antara dunia Arab dengan Indonesia. Bagi kebanyakana orang Indonesia, `Arab` selalu dihubungkan dengan kekayaan, kekerasan, kasar, dan pemarah. Bagi orang Arab, `Indonesia` selalu dikaitkan dengan kelebihan penduduk, kemiskinan, TKW/TKI dan `nriman`. Pada kedua belah pihak ada prasangka, ketidaktahuan, dan salah informasi. Dan lalu, sebagaimana dunia makin menjadi sempit karena kemajuan komunikasi, ditambah lagi adanya usaha saling memperhatikan yang lebih besar, kontak antara Indonesia dan Arab menjadi semakin berkembang di segala lini kehidupan.
Atas dasar kenyataan di atas, maka bagi setiap orang yang ingin berinteraksi dengan komunitas bangsa lain dalam percaturan global, termasuk dalam rangka tujuan melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah, penting untuk memperhatikan hal-hal berikut, antara lain:
 
1. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa mayor di dunia yang dituturkan oleh lebih dari 200 juta jiwa dan digunakan secara resmi di lebih dari 22 negara. Secara umum bahasa Arab memiliki dua varietas, pertama bahasa Arab Fusha (bahasa Arab standar/baku) dan kedua bahasa Arab `Amiyyah (bahasa Arab pasaran). Varietas yang pertama umumnya digunakan dalam komunikasi resmi seperti dalam sekolah, kantor, seminar, dilpomatik, berita, buku-buku, majalah, dokumen-dokumen resmi dan sebagainya. Sedangkan varietas kedua, sering digunakan untuk keperluan komunikasi atau percakapan sehari-hari oleh warga kebanyakan dari segala kalangan baik yang terpelajar maupun yang buta huruf.
 
2. Komunikasi bisa berbentuk verbal maupun non-verbal. Porsi komunikasi non-verbal berkisar antara 60 persen (dalam budaya Barat) hingga 90 persen (dalam budaya Timur) dari keseluruhan komunikasi. Komunikasi verbal digunakan untuk menyampaikan gagasan, informasi atau pengetahuan, sedangkan komunikasi non-verbal digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Fakta, peristiwa, ciri-ciri sesuatu lebih mudah kita ungkapkan lewat kata-kata, tetapi emosi seperti rasa sayang, rasa kagum, keterpesonaan, rasa jengkel, rasa benci, atau bahkan kemarahan seseorang tidak jarang diungkapkan lewat isyarat tangan, sentuhan, postur tubuh, nada suara, pandangan mata, ekspresi wajah tertentu, jarak berbicara, penggunaan waktu, peggunaan benda tertentu (busana, interior rumah, kendaraan, perhiasan, jam tangan, dasi, dsb.), bau-bauan dsb. Sepengetahuan saya, pola komunikasi orang Arab pada umumnya termasuk salah type komunikasi yang amat ekspressif yang memadukan antara bahasa verbal dengan non-verbal sekaligus, seperti dengan mimik, gesture, dan pendukung non-verbal lainnya guna mayakinkan lawan bicaranya.
 
3. Meskipun warga Arab Saudi umumnya beragama Islam (mungkin 100%), ini tidak berarti bahwa cara dan etika mereka dalam berkomunikasi selalu santun seperti diajarkan Al-quran dan Sunnah. Sebagian dari cara mereka berkomunikasi bersifat kultural semata-mata. Ini penting dipahami oleh orang-orang yang akan berziarah/berkunjung ke Arab Saudi baik untuk menunaikan ibadah umrah dan haji, apalagi untuk bekerja sebagai diplomat, pebisnis, pegawai, teknisi, perawat, TKI atau TKW untuk mengatasi mis-komunikasi (kesalahpahaman) dan konflik yang mungkin akan mereka/kita alami ketika berhubungan dengan orang Arab, karena bagaimanapun mereka akan lebih banyak berkomunikasi dengan warga pribumi.
 
4. Gaya komunikasi orang Arab, seperti gaya komunikasi orang-orang Timur Tengah umumnya, bebeda dengan pembicara orang-orang Barat (Amerika atau Jerman) yang berbicara langsung dan lugas. Dengan kata lain, orang Arab masih tidak berbicara apa adanya, masih kurang jelas dan kurang langsung. Umumnya orang Arab suka berbicara berlebihan dan banyak basi-basi (mujamalah). Misalnya, bila seorang Saudi bertemu temannya, maka untuk sekedar tanya kabar, tak cukup sekali dengan satu ungkapan, tapi berkali-kali. Disamping itu bila seorang Saudi mengatakan tepat seperti yang ia maksudkan tanpa pernyataan yang diharapkan, orang Saudi lainnya masih mengira yang dimaksudkannya adalah kebalikannya. Kata sederhana `La` (dalam bahasa Arab `Tidak`) yang diucapkan tamu tidaklah cukup untuk menjawab permohonan pribumi agar tamu menambah makan dan minum. Agar pribumi yakin bahwa tamunya memang betul-betul sudah kenyang, tamu itu harus mengulangi `La` beberapa kali, ditambah dengan sumpah seperti `Demi Allah` (`Wallah`).
 
5. Masih banyak isyarat non-verbal khas Arab lainnya yang berbeda makna dengan isyarat non-verbal ala Indonesia. Misalnya, sebagai pengganti kata-kata, `Tunggu sebentar!` atau `Sabar dong!` ketika dipanggil atau sedang menyeberangi jalan (sementara kendaraan datang mendekat), orang Arab akan menguncupkan semua jari-jari tangannya dengan ujung-ujungnya menghadap ke atas. Ketika bertemu dengan kawan akrab, mereka terbiasa saling merangkul seraya mencium pipi mitranya dengan bibir. Ini suatu perilaku yang dianggap nyeleneh oleh orang lain umumnya, bahkan mungkin juga oleh orang Indonesia. Orang lain yang tidak memahami budaya Arab akan menganggap perilaku tersebut sebagai perilaku homoseksual. Walhasil, jika kita bersama orang Arab, kita harus tahan berdekatan dengan mereka. Bila kita menjauh, orang Arab boleh jadi akan tersinggung karena Anda menyangka bahwa kehadiran fisiknya menjijikkan atau kita dianggap orang yang dingin dan tidak berperasaan. Begitu lazimnya orang Arab saling berdekatan dan bersentuhan sehingga senggol menyenggol itu hal biasa di mana pun di Arab Saudi yang tidak perlu mereka iringi dengan permintaan maaf.
 
6. Sejak kanak-kanak orang Arab dianjurkan untuk mengekspresikan perasaan mereka apa adanya, misalnya dengan menangis atau berteriak. Orang Arab terbiasa bersuara keras untuk mengekspresikan kekuatan dan ketulusan, apalagi kepada orang yang mereka sukai. Bagi orang Arab, suara lemah dianggap sebagai kelemahan atau tipu daya. Tetapi suara keras mereka boleh jadi ditafsirkan sebagai kemarahan oleh orang yang tidak terbiasa mendengar suara keras mereka. Maka pasti akan banyak yang mengira, kalau bicaranya seperti marah ketika seorang pegawai Arab misalnya, sedang memeriksa paspor, iqamah, dsb. Saya menduga banyak TKI/TKW di Arab Saudi yang belum memiliki pemahaman memadai tentang bahasa Arab boleh jadi mengidentikkan suara majikan mereka yang keras itu dengan kemarahan, meskipun majikan itu sesungguhnya tidak sedang marah. Sebaliknya, senyuman wanita kita (termasuk TKW) kepada orang Arab/majikan pria mereka yang mereka maksudkan sebagai keramahtamahan atau kesopanan, boleh jadi dianggap sebuah `godaan` oleh majikan pria mereka. Kesalahpahaman antarbudaya semacam ini, bisa tidak terhindarkan meskipun majikan dan TKW sama-sama Muslim. Mungkinkah problem TKW di Arab Saudi seputar terjadinya pelecehan seksual sebagaimana sering kita baca atau dengar, seperti kasus; `majikan Arab memerkosa atau menghamili TKW` dsb berkaitan dengan kesalahpahaman antarbudaya ini? Bisa jadi.
 
7. Budaya/tradisi Arab mementingkan keramahtamahan terhadap tamu, kemurahan hati, keberanian, kehormatan, dan harga-diri. Nilai kehormatan orang Arab terutama melekat pada anggota keluarganya, khususnya wanita, yang tidak boleh diganggu orang luar. Di Arab Saudi wanita adalah properti domestik. Di Saudi, adalah hal yang lazim jika seorang pria tidak pernah mengenal atau bahkan sekadar melihat wajah istri atau anak perempuan dari sahabatnya, meskipun mereka telah lama bersahabat dan sering saling mengunjungi. Juga tidak lazim bagi seorang pria untuk memberi bingkisan kepada istri sahabat prianya itu atau anak perempuannya yang sudah dewasa. Karena itu saran saya, tak usahlah kita coba-coba sok ramah, berlama-lama memandang, apalagi menggoda atau mengganggu.
 
8. Aturan/rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Arab Saudi berbeda 180º dengan aturan yang berlaku di negara kita. Di Indonesia, setiap pengguna jalan umum baik kendaraan pribadi maupun kendaraan/angkutan umum semua wajib berada di jalur kiri jalan (dan letak roda kemudi mobil berada di bagian kanan). Demikian pula waktu menaikkan atau menurunkan penumpang semua berada di jalur kiri. Karena itu penumpang di Indonesia jika ingin turun dari kendaraan umum, biasanya mereka bilang `Kiri Pak Sopir !`. Hal ini berbeda sama sekali dengan apa yang berlaku di Arab Saudi, semua pengguna jalan termasuk waktu menaikkan maupun menurunkan penumpang berada di jalur sebelah kanan jalan. Demikian pula waktu menaikkan maupun menurunkan penumpang, mereka wajib menepi ke sebelah kanan jalan. Apa jadinya jika tradisi lalu-lintas di negeri sendiri ini tetap `kita pertahankan dan kita bawa` saat kita berada di Arab Saudi? Sebuah features yang dimuat di sebuah surat kabar Arab Saudi (1999) pernah penulis baca: `Tingginya frekwensi kecelakaan lalu-lintas yang menimpa sopir pemula asal Indonesia, diduga karena perbedaan rambu-rambu lalu-lintas yang berlaku di Arab Saudi. Sementara kecelakaan yang menimpa warga pribumi Saudi, umumnya menimpa remaja usia 15-25 tahun disebabkan ugal-ugalan`.
 
9. Ada kesan, pandangan orang Saudi terhadap warga negara Indonesia agak `stereotif`. Diantara bangsa-bangsa yang datang berkunjung ke Saudi Arabia apapun motif dan tujuannya, orang-orang asal Indonesia termasuk yang paling mudah diidentifikasi, baik dari segi fisik (sebagaimana umumnya orang Asia Tenggara, orang Indonesia termasuk kelompok bangsa yang berfisik tidak tinggi dan tidak besar), segi pakaian maupun cara berjalan. Mungkin karena begitu banyaknya saudara-saudara kita yang muqim di Saudi baik sebagai TKI maupun TKW, maka kesan pukul rata (generalisasi) itu tidak jarang menimpa saudara kita jama`ah haji. Karena itu tidak usah dimasukkan di dalam hati jika suatu ketika ada di antara kita yang `disangka TKI/TKW` dan merasa kurang `dihargai` sebagai tamu Allah oleh orang Saudi ketika kita sedang di Arab Saudi, terutama di saat kita berjalan-jalan tanpa kostum atau identitas jama`ah haji.
 
10. Bagi orang Saudi, rumah betul-betul menjadi bagian privacy yang tak semua orang bisa mengakses ke dalam dengan mudahnya, sebagaimana kebiasaan kita di Indonesia. Desain rumah yang umumnya `hanya` berbentuk segi empat bertingkat seolah-olah menggambarkan bangunan sebuah benteng yang sulit ditembus. Faktanya memang benar, setiap rumah selalu ditutup dengan pagar tembok tinggi, dengan pintu gerbang bisa berlapis-lapis. Apa yang ada di balik tembok adalah sebuah privacy yang tidak boleh dikonsumsi oleh publik. Karena itu saya menyarankan untuk tidak tengak-tengok atau tolah-toleh mengamati pintu di depan rumah orang Saudi atau sekedar melihat-lihat bangunan bagian atas. Sebab, umumnya mereka sangat tidak respek dengan perilaku seperti ini, bisa jadi mereka mengira kalau orang itu adalah `harami` alias `maling` atau penculik yang sedang mengintai mangsa.
 
11. Tak lama setelah saya muqim di Mekkah, suatu sore saya berjalan-jalan di kawasan pertokoan di Mekkah dengan seorang kawan laki-laki dari Indonesia (asal Gondanglegi - Malang). Sebagaimana kebiasaan di Indonesia saya dan kawan saya berjalan bergandeng tangan sambil melihat-lihat barang yang ada di sepanjang pertokoan tersebut. Begitu melintasi salah satu toko yang dijaga oleh orang Arab, tiba-tiba kami ditegur si penjaga toko: `Isy fak inta ya walad !...inta luthy walla eh,....haza aib, ya walad...` (apa yang kau lakukan itu, nak...kamu homo apa bagaimana? Itu aib..). Wah...saya baru tahu, ternyata bergandengan tangan dengan sesama jenis di Saudi itu termasuk `aib` menurut mereka, sebab bisa dianggap sebagai pasangan homo, tetapi jika yang bergandengan tangan itu berlainan jenis (sebagaimana yang pernah saya lihat) ternyata biasa-biasa saja, sebab `diduga` itu pasangan suami istri.
 
12. Busana orang Saudi hampir semua sama. Mereka semua memakai pakaian putih yang biasa disebut `tsaub` dengan sorban motif kotak-kotak kecil berwarna putih-merah plus diikat dengan `igal` di kepala. Performance orang Saudi yang demikian wibawa seringkali membuat orang-orang Indonesia yang baru melihat atau mengenalnya menjadi ciut nyali, minder, kurang percaya diri bahkan tak jarang yang menjadi takut, sehingga menimbulkan adanya semacam jarak pemisah yang membatasi dalam pergaulan. Akibat berikutnya yang biasanya menimpa adalah adanya perasaan rendah diri di dalam perasaan orang-orang Indonesia ketika berhadap-hadapan dengan orang Saudi. Hal semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi, mengingat tak ada yang membedakan antara Arab maupun bukan Arab, kecuali hanya taqwanya. Saya menduga, kultur Jawa yang melekat kuat mengiternalisasi di dalam pribadi orang-orang kita kebanyakan, yang biasanya terkenal sebagai orang yang nriman, ngalah, dan rendah hati memberi andil yang kuat terhadap munculnya perasaan rendah diri di hadapan bangsa lain seperti ini. Dalam kasus-kasus tertentu kelemahan seperti ini justru `dimanfaatkan` oleh oknum orang Saudi untuk mem-pressure, menganiaya bahkan memperbudak saudara-saudara kita di Saudi. Idealnya kita tetap harus merasa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, dengan tetap menjunjung tinggi etika pergaulan global yang egaliter dan jauh dari sifat arogan.
 
13. Sesungguhnya di berbagai tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji (seperti di Mina, Arafah apalagi di Haram) telah dipasang tulisan larangan keras mengambil foto. Namun umumnya, para jama`ah haji lebih-lebih saudara-saudara kita jama`ah Haji asal Indonesia, selalu berusaha dengan cara mencuri-curi mengabadikan momentum-momentum tersebut dengan camera dgtl, handycam, HP maupun foto. Alasan pelarangan tersebut, tak lain karena hal-hal semacam itu sangat berpotensi mengurangi keikhlasan di dalam melakukan ibadah haji. Oleh karenanya, menjadi tugas kita bersama untuk menanamkan pemahaman bagi saudara-saudara kita jama`ah calon hati, agar hati betul-betul harus terjaga, agar semua itu tidak menjerumuskannya ke dalam perilaku `riya``
Alhasil, aspek pengenalan dan pemahaman terhadap budaya masyarakat Arab Saudi yang sesungguhnya tidak terkait langsung dengan rukun dan wajib haji merupakan elemen penting yang menjadi pendukung terlaksananya kesempurnaan ibadah haji. Semakin kita memahami budaya/tradisi masyarakat Arab tempat kita bertamu ke `baitullah` idealnya akan semakin berpengaruh terhadap kenyamanan, ketenangan dan akhirnya kekhusu`an ritual haji kita yang berujung pada tercapainya haji mabrur. Amin. Wallahu Waliyyuttaufiq.

Oleh : Khoirul Adib

Minggu, 18 Desember 2011

Kembali Ke Puncak Klasemen, Roberto Mancini Puas Manchester City tetapberada di jalur juara usai meraih kemenangan penting atas Arsenal, Senin (19/12) dinihari WIB.

FA cup, Leicester City and Manchester City, Roberto Mancini (Getty Images) 
goal.com : Gol tunggal David Silva sudah cukup untuk mengembalikan Citizens ke puncak klasemen Premier League Inggris. Beberapa jam sebelumnya, Manchester United merebut takhta teratas setelah membekuk Queens Park Rangers 2-0.

"Kami layak memenangkan pertandingan ini. Kami menciptakan banyak peluang dan Silva mencetak gol penting. Kami ada di puncak lagi," tegas pelatih asal Italia itu.

hujan kartu Sriwijaya FC Bekap Persija Jakarta

Persis Solo & Sriwijaya FC (GOAL.com/Arief Setiadi)

goal.com
Arief Setiadi
Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 setelah menundukkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (18/12) malam WIB.

Walau mencatat kemenangan, Sriwijaya FC gagal memuncaki klasemen sementara yang saat ini dipegang Persisam Samarinda. Raihan sembilan poin Sriwijaya FC sama dengan Persisam, namun kalah selisih gol.

Sedangkan bagi Persija, ini merupakan kekalahan pertama dari empat laga yang telah dilalui. Selain itu, gawang tim Macan Kemayoran akhirnya kebobolan. Hasil ini membuat Persija menempati peringkat empat klasemen sementara dengan nilai tujuh.

Sriwijaya FC dan Persija memperagakan permainan terbuka di pertandingan ini. Laskar Wong Kito terlebih dahulu mendapatkan peluang pada menit ke-19. Namun tendangan Hilton Moreira dapat ditepis kiper Andritani Ardhiyasa.
<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=336524?area=2l&pos=2&ord=336524"></script>
Pada menit ke-24, Persija terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Andritani diganjar kartu merah, karena sengaja menahan bola dengan tangannya di luar kotak penalti. Pelatih Iwan Setiawan memasukkan Galih Sudaryono, dan menarik keluar Johan Juansyah.

Tensi pertandingan antara Sriwijaya FC dan Persija makin memanas. Puncaknya, pada menit ke-32 kedua tim harus kehilangan pemainnya, karena diganjar kartu merah, setelah gelandang Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs dan Fabiano Beltrame terlibat adu jotos di tepi lapangan.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Sriwijaya FC untuk menekan pertahanan Persija di babak kedua. Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan setelah tendangan bebas Hilton tidak bisa dibendung Galih di menit ke-56.

Pemain tuan rumah makin termotivasi untuk menggandakan keunggulannya. Pada menit ke-63, Sriwijaya FC mendapatkan peluang, tapi tandukan Hilton masih bisa digagalkan Galih.

Keasyikan menyerang, pertahanan Sriwijaya FC lengah, sehingga barisan pertahanan melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Tendangan bebas Pedro Javier pun berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-78.

Sriwijaya FC akhirnya mengemas poin penuh setelah Hilton memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persija mengantisipasi umpan Thierry Gathusi untuk menjebol gawang Persija pada menit ke-83.


oleh :

Donny Afroni

Xavi: Barca Juara berkat Busquets

YOKOHAMA, KOMPAS.com - Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, mengatakan, timnya bisa menjuarai Piala Dunia Antarklub berkat jasa gelandang Sergio Busquets, yang tak banyak mendapat perhatian selama turnamen tersebut.

Barcelona memulai perjalanan untuk menjadi tim terbaik dunia dengan melawan Al-Sadd, di babak semifinal, di International Stadium Yokohama, Kamis (15/12/2011). Busquets masuk daftar pemain cadangan, tetapi tidak dimainkan. Tanpa Busquets Barcelona menang 4-0, berkat gol Adriano (24, 42), Seydou Keita (68), dan Maxwell (81).

Barcelona kemudian bertemu Santos di final dan menang dengan skor 4-0, di International Stadium Yokohama, Minggu (18/12/2011). Busquets bermain penuh, tetapi tak tampak menonjol, setidaknya jika dibandingkan para pencetak gol, yaitu Lionel Messi (17, 82), Xavi (24), dan Cesc Fabregas (45).

"Tanpa Busquets, kami tak akan pernah mencapai apa yang bisa kami raih. Ia adalah pemain luar biasa yang tak pernah salah," ujar Xavi.

Xavi juga mengungkapkan, Barcelona bisa menang karena memainkan penguasaan bola yang direncanakan dengan matang oleh pelatih Josep "Pep" Guardiola.

"Kuncinya adalah penguasaan bola. Pelatih merancang taktik dengan indah. kami hanya harus mempraktikkannya," ungkap Xavi.

"Kami berusaha unggul di lapangan. Kami bermain dengan dua penyerang, dengan Cesc dan Messi muncul dari tengah lapangan, juga para pemain sayap, yang merepotkan lini tengah lawan. Ini adalah cara kami berusaha mendapatkan superioritas."

"Kami mengambil alih kendali permainan dari Santos. Kami menguasai bola dan filosofi Barcelona ditampilkan dengan jelas, yaitu pemain sepak bola berkembang di klub yang memainkan sepak bola dengan luar biasa."

"Apa yang kami alami luar biasa. Kami mendominasi permainan. Mereka mendapat dua atau tiga peluang dalam serangan balik, tetapi pertandingan selalu dikendalikan oleh kami," tuturnya.


Tjatur Wiharyo | Senin, 19 Desember 2011 | 07:05 WIB

Obat: cara pencegahan penyakit jantung yang sangat mujarab







Agama Islam adalah Diin yang Syaamil (Integral), Kaamil (Sempurna)dan Mutakaamil(Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena iaadalahsistem hidup yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT : "Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan AKU cukupkan atasmu nikmatku, dan Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu." (QS. 5 : 3).

Oleh karena itu aturan Islam haruslah mencakup semua sisi yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya. Demikian tinggi, indah dan terperinci aturan Sang Maha Rahman dan Rahim ini, sehingga bukan hanya mencakup aturan bagi sesama manusia saja, melainkan juga terhadap alam dan lingkungan hidupnya.(Nabiel Fuad Al-Musawa. Islam dan Lingkungan HidupKota Santri.com)
    Menurut Quraish Shihab dalam bukunya “ Membumikan Al-Quran” Pelestarian alam dan lingkungan hidup ini tak terlepas dari peran manusia, sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana yang disebut dalam QS Al-Baqarah: 30 (“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”…). Arti khalifah di sini adalah: “seseorang yang diberi kedudukan oleh Allah untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah baik, kehidupan masyarakatnya harmonis, dan agama, akal dan budayanya terpelihara”.

Di samping itu, Surat Ar-Rahman, khususnya ayat 1-12, adalah ayat yang luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai khalifah.

Ayat ini ditafsirkan secara lebih spesifik oleh Sayyed Hossein Nasr, dosen studi Islam di George Washington University, Amerika Serikat.  dalam dua bukunya “Man and Nature(1990)” dan “Religion and the Environmental Crisis (1993)”, yang disajikan sebagai berikut:“……Man therefore occupies a particular position in this world. He is at the axis and centre of the cosmic milieu at once the master and custodian of nature. By being taught the names of all things he gains domination over them, but he is given this power only because he is the vicegerent (khalifah.) of God on earth and the instrument of His Will. Man is given the right to dominate over nature only by virtue of his theomorphic make up, not as a rebel against heaven.” Jelaslah bahwa tugas manusia, terutama muslim/muslimah di muka bumi ini adalah sebagai khalifah (pemimpin) dan sebagai wakil Allah dalam memelihara bumi (mengelola lingkungan hidup).

Allah telah memberikan tuntunan dalam Al-Quran tentang lingkungan hidup.Karena waktu perenungan, hanya beberapa dalil saja yang diulas sebagai landasan untuk merumuskan teori tentang lingkungan hidup menurut ajaran Islam.

Dua dalil pertama pembuka diskusi ini bersumber pada Surat Al An’aam 101 dan Al Baqarah 30.Dalil pertama adalah: “Allah pencipta langit dan bumi (alam semesta) dan hanya Dialah  sumber  pengetahuannya”. Lalu dalil kedua menyatakan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini.Perlu dijelaskan bahwa menjadi khalifah di muka bumi itu bukan sesuatu yang otomatis didapat ketika manusia lahir ke bumi.Manusia harus membuktikan dulu kapasitasnya sebelum dianggap layak untuk menjadi khafilah.

Seperti halnya dalil pertama, dalil ke tiga ini menyangkut tauhid. Hope dan Young (1994) berpendapat bahwa tauhid adalah salah satu kunci untuk memahami masalah lingkungan hidup. Tauhid adalah pengakuan kepada ke-esa-an Allah serta pengakuan bahwa Dia-lah pencipta alam semesta ini. Perhatikan firman Allah dalam Surat Al An’aam 79:“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan  Tuhan”

Dalil ke empat adalah mengenai keteraturan sebagai kerangka penciptaan alam semesta seperti firman Allah dalam Surat Al An’aam, dengan arti sebagai berikut, “Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang..”

Adapun dalil ke lima dapat ditemukan dalam Surat Hud 7 yang menjelaskan maksud dari penciptaan alam semesta, “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,….Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya.”

Itulah salah satu tujuan penciptaan lingkungan hidup yaitu agar manusia dapat berusaha dan beramal sehingga tampak diantara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah.

Dalil ke enam adalah kewajiban bagi manusia untuk selalu tunduk kepada Allah sebagai maha pemelihara alam semesta ini. Perintah ini jelas tertulis dalam Surat Al An’aam 102 yaitu, “..Dialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah pemelihara segala sesuatu”
Dalil ke tujuh adalah penjabaran lanjut dari dalil kedua yang mewajibkan manusia untuk melestarikan lingkungan hidup. Adapun rujukan dari dalil ini adalah Surat Al A’raaf 56 diterjemahkan sebagai berikut; “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya……..” Selanjutnya dalil ke delapan mengurai tugas lebih rinci untuk manusia, yaitu menjaga keseimbangan lingkungan hidup, seperti yang difirmankanNya dalam surat Al Hijr 19, ”Dan kami telah  menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.”

Dalil ke sembilan menunjukkan bahwa proses perubahan diciptakan untuk memelihara keberlanjutan (sustainability) bumi. Proses ini dikenal dalam literatur barat sebagai: siklus Hidrologi.
Dalil ini bersumber dari beberapa firman Allah seperti Surat Ar Ruum 48, Surat An Nuur 43, Surat Al A’raaf 57, Surat An Nabaa’ 14-16, Surat Al Waaqi’ah 68-70, dan beberapa Surat/Ayat lainnya. Penjelasan mengenai siklus hidrologi dalam berbagai firman Allah merupakan pertanda bahwa manusia wajib mempelajarinya. Perhatikan isi Surat Ar Ruum: 48 dengan uraian siklus hidrologi berikut ini. Hujan seharusnya membawa kegembiraaan karena menyuburkan tanah dan merupakan sumber kehidupan.Siklus hidrologi
Mengenai Siklus Hidrologi mencakup proses evaporasi, kondensasi, hujan, dan aliran air ke sungai/danau/laut, Al-Qur’an dengan sangat jelas menjabarkannya. Evaporasi, adalah naiknya uap air ke udara.Molekul air tersebut kemudian mengalami pendinginan yang disebut dengan kondensasi.Kemudian terjadi peningkatan suhu udara, yang menciptakan hujan.Air hujan tersebut menyuburkan bumi dan kemudian kembali ke badan air (sungai, danau atau laut.

Ini dengan jelas digambarkan dalam Al-Qur’an surat ar-Ruum:48 yang berbunyi;“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hambahamba-Nya yang dikehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”

Sebagai khalifah, sudah tentu manusia harus bersih jasmani dan rohaninya. Inilah inti dari dalil ke sepuluh bahwa kebersihan jasmani merupakan bagian integral dari kebersihan rohani.
Merujuk pada Surat Al-Baqarah 222; “….sesungguhnya Allah senang kepada orang yang bertobat, dan senang kepada orang yang membersihkan diri.” Serta Surat Al-Muddatstsir 4-5;  “..dan bersihkan pakaianmu serta tinggalkan segala perbuatan dosa.”
Meski slogan yang dikenal umum seperti “kebersihan adalah sebagian dari iman”, banyak diakui sebagai hadis dhaif, namun demikian, Rasulluah S.A.W. bersabda bahwa iman terdiri dari 70 tingkatan: yang tertinggi adalah pernyataan “tiada Tuhan selain Allah” dan yang terendah adalah menjaga kerbersihan. Jadi, memelihara lingkungan hidup adalah menjadi bagian integral dari tingkat keimanan seseorang.Khususnya beragama Islam.

Mengutip disertasi Abdillah (2001), Surat Luqman ayat 20 Allah berfirman, “Tidakkah kau cermati bahwa Allah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukung lingkungan bagi kehidupanmu secara optimum. Entah demikian, masih saja ada sebagian manusia yang mempertanyakan kekuasaan Allah secara sembrono.Yakni mempertanyakan tanpa alasan ilmiah, landasan etik dan referensi memadai.”

Selain itu, Abdillah juga mengutip bahwa manusia harus mempunyai ketajaman nalar, sebagai prasyarat untuk mampu memelihara lingkungan hidup.Hal ini bisa dilihat Surat Al Jaatsiyah 13 sebagai berikut; “Dan Allah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia.Yang demikian hanya ditangkap oleh orang-orang yang memiliki daya nalar memadai.”

Dalil-dalil di atas adalah pondasi dari teori pengelolaan lingkungan hidup yang dikenal dengan nama “Teorema Alim” yang dirumuskan sebagai berikut:Misi manusia sebagai khalifah di muka bumi adalah memelihara lingkungan hidup, dilandasi dengan visi bahwa manusia harus lebih mendekatkan diri pada Allah.  Perangkat utama dari misi ini adalah kelembagaan, penelitian, dan keahlian.Adapun tolok ukur pencapaian misi ini adalah mutu lingkungan. Berdasarkan “Teorema Alim” ini, kerusakan lingkungkan adalah cerminan dari turunnya kadar keimanan manusia.

Rasulullah S.A.W. dan para sahabat telah memberikan teladan pengelolaan lingkungan hidup yang mengacu kepada tauhid dan keimanan.Seperti yang dilaporkan Sir Thomas Arnold (1931) bahwa Islam mengutamakan kebersihan sebagai standar lingkungan hidup. Standar inilah yang mempengaruhi pembangunan kota Cordoba. Menjadikan kota ini memiliki tingkat peradaban tertinggi di Eropa pada masa itu. Kota dengan 70 perpustakaan yang berisi ratusan ribu koleksi buku, 900 tempat pemandian umum, serta pusatnya segala macam profesi tercanggih pada masa itu. Kebersihan dan keindahan kota tersebut menjadi standar pembangunan kota lain di Eropa.
Contoh lain adalah inovasi rumah sakit dan manajemennya (Arnold, 1931). Pada masa itu manajemen rumah sakit sudah sedemikian canggihnya sebagai pusat perawatan dan juga pusat pendidikan calon-calon dokter.Rumah sakit tersebut sudah memiliki ahli bedah, ahli mata, dokter umum, perawat, dan administrator.Tercatat 34 rumah sakit yang tersebar dari Persia ke Maroko serta dari Siria Utara sampai ke Mesir.Rumah sakit pertama yang berdiri di Kairo pada tahun 872 Masehi, bahkan beroperasi selama 700 tahun kemudian.Inovasi bidang kesehatan ini bahkan berkembang sampai pada penemuan ambulan atau menurut Arnold (1931) sebagai “traveling hospital”.Teorema Alim ini mengandung dua unsur yaitu misi dan tolok ukur.Misi dapat diemban apabila diiringi visi mendekatkan diri pada Allah dan dibekali ketajaman nalar, yaitu kelembagaan, keahlian, dan kegiatan. Tolok ukur yang jelas adalah mutu lingkungan hidup di Indonesia sebagai  rambu-rambu untuk menilai keberhasilan pelaksanaan misi manusia yaitu mencegah bumi dari kerusakan lingkungan.

Dapat dikatakan Indonesia telah memiliki perangkat yang cukup untuk mencapai misi yaitu kelembagaan dalam bidang lingkungan hidup (Menteri Negara Lingkungan Hidup, Pusat Studi Lingkungan Hidup, dan lainnya), tak terbilang jumlah doktor yang mendalami ilmu lingkungan, serta intensitas yang tinggi dalam penelitian lingkungan. Namun simaklah sekali lagi berbagai persoalan lingkungan hidup di Indonesia berikut ini.Menatap langit di sepanjang jalan Sudirman, seorang awam sudah tahu bahwa udara Jakartamemang beracun.Penyakitpun datang silih berganti, dan kali ini penyakit mematikan seperti HIV, SAR, demam berdarah, dan flu burung berjangkit di mana-mana.

Terlebih lagi air sungai sungguh sangat kotor karena pembuangan sampah padat. Sungai Ciliwung, misalnya, setiap hari menampung 1,400 M3 sampah (Kompas, 1996). Hal ini berarti bahwa kurang lebih 200-400 truk membuang sampah padat ke sungai tersebut setiap harinya! Pelayanan air minum juga sangat rendah. Alim (2005) melaporkan bahwa baru sekitar 40 persen penduduk mendapat pelayanan air bersih, dan dari total volume air yang disalurkan hanya 20% yang layak digunakan karena umumnya air yang sampai ke rumah masih berlumpur.

Hal ini diperburuk oleh kondisi pemerintahan di Indonesia karena aparat yang ingkar amanah.Salah satu contoh kebohongan pemerintah adalah kasus kebakaran hutan. Soentoro (1997) melaporkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 1997 telah menghanguskan 1 juta hektar hutan, nyatanya pemerintah melaporkan 300,000 hektar saja. Masalah tidak transparannya birokrasi sudah lama mengganjal jalannya roda pemerintahan.

Sudah jelas bahwa ketajaman nalar yang tidak diiringi oleh kadar keimanan tinggi serta jauhnya umat Islam dari Allah, telah menciptakan masalah lingkungan hidup.
Menyadari runyamnya masalah lingkungan hidup, langkah pertama pemecahannya adalah peningkatan “ukhuwah” (kerjasama) antar ilmuwan dan alim-ulama agar bahu-membahu mampu mengemban amanat Allah untuk memelihara bumi. Salah satu hasil kerjasama tersebut adalah program pelatihan bagi para tokoh agama untuk memperdalam wawasan lingkungan hidup.Solusi jangka pendek lainnya adalah penyusunan program pemeliharaan lingkungan sebagai materi khutbah jumat, serta penerbitan fatwa untuk menghentikan pencemaran sungai.

Untuk jangka panjang perlu digarap sektor pendidikan dimana perlu dikembangkan bidang ilmu ataupun kurikulum yang menjadian ilmu pelestarian lingkungan hidup adalah bagian integral dari kajian ajaran Islam. Pengembangan disiplin ini juga perlu mempertimbangkan ukhuwah yang bersifat internasional, karena persoalan lingkungan hidup juga telah membebani negara muslim lainnya. Dengan pendidikan akan tumbuh kesadaran bahwa lingkungan hidup bukan bidang yang menjadi monopoli peradaban barat, tetapi merupakan bagian integral dari keimanan.

Salah satu contoh pendekatan pelestarian lingkungan melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits yang berhasil adalah di Tanzania.Bekerjasama dengan CARE-organisasi bantuan untuk memberantas kemiskinan di dunia-IFEES menggelar pertemuan dengan para pemuka agama dan para nelayan untuk mendiskusikan bagaimana hubungan antara ayat-ayat yang ada dalam al-Quran dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan.Dengan menggunakan ayat-ayat al-Quran serta hadist, mereka berusaha meyakinkan para nelayan untuk tidak lagi menggunakan dinamit, jala dan tombak ketika menangkap ikan.

IFEES juga bekerjasama dengan Misali Island Conservation (MICA)-lembaga yang bergerak dalam perlindungan terumbu karang-untuk melatih para imam-imam masjid diTanzania agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khutbah-khutbah Jumat mereka.IFEES yang berbasis di Inggris, adalah salah satu organisasi yang pada tahun 1998 meluncurkan proyek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis ajaran Islam. "Kami mencari ajaran-ajaran yang sudah terlupakan itu dan mengumpulkannya kembali dalam bentuk yang modern, " kata Khalid.
"Saya sekarang tahu bahwa cara saya menangkap ikan selama ini sudah merusak lingkungan. Konservasi ini bukan dari mzungu (kata untuk menyebut orang kulit putih dalam bahasa Swahili, yang digunakan di seluruh Afrika Timur-red), tapi dari al-Quran, " ujar Salim Haji, seorang nelayan di sebuah pulau kecil. Proyek ini membuahkan hasil setahun setelah diluncurkan, terutama di Misali dan kepulauan Zanzibar yang didominasi warga Muslim.Saat ini, banyak nelayan di Misali yang sudah mengganti alat penangkap ikannya dengan alat yang lebih ramah lingkungan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.


INGATLAH KAWAN MASA DEPAN LINGKUNGAN, ADA DI TANGAN KITA..










PERSIB Attend the rally, PSSI Coup Forum

translate of  TEMPO.CO, Bandung - PERSIB Bandung sends its staff to attend a rally held by the provincial government's Forum Football Association of Indonesia (PSSI) in Jakarta on Sunday evening, December 18, 2011. Director of PT Persib Bandung Dignity M. Farhan said the envoy was Budi Bram, who was the secretary of the executive committee PERSIB match.

According to Farhan, the meeting is expected to produce a kind of savior committee soccer Indonesia. "PERSIB will submit entirely to the provincial government (Provincial Board PSSI) that's all," said Farhan told Tempo via mobile phone short message on Sunday, December 18, 2011.

Rally is scheduled to be held at the Hotel Pullman, West Jakarta tonight. Reportedly, at least 24 and 480 Provincial Board members ready to attend a meeting of the so-called targeted to pry Djohar Arifin Husin PSSI chairman of the chair. "The meeting tonight at 19:00," Budi said Bram.

This meeting, among others, will evaluate the performance Djohar judged to have deviated from the Statute of the PSSI and the congress in Bali. Deviations among others appointed PT Indonesia Prima Liga Sportindo highest level of competition as operators in Indonesia while Indonesia PT Liga forbid that now remains to hold Indonesia Super League competition.

On the other hand, PSSI was also sentenced a number of clubs are considered to have been absent from Prima Liga Indonesia and chose to become a Super League participants. One club that has been sentenced to fines and degradation, among others, are Persib Bandung.

tiga pekan persib akan kehilangan Robbie Gaspar

VIVAnews – Persib Bandung bisa bernafas lega setelah gelandang Robbie Gaspar dipastikan tidak mengalami cedera yang serius. Namun, gelandang asal Australia itu tetap harus istirahat selama tiga pekan.

Gaspar mengalami cedera setelah bertabrakan dengan pemain Persidafon Dafonsoro, Christian Warobay, saat kedua tim bertemu pada lanjutan Indonesia Super League di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu 17 Desember.

Pada laga tersebut, Gaspar harus ditandu keluar lapangan dan sempat dilarikan ke rumah sakit usai berbenturan dengan Warobay pada menit ke-15. Semula pihak Persib mengira Gaspar mengalami patah tulang, namun cedera yang dialami pemain 30 tahun tersebut tidak terlalu buruk.

"Saya sudah dapat laporan dari dokter tim. Cederanya tidak terlalu parah. Awalnya saya mengira dia (Gaspar) mengalami patah tulang. Mudah-mudahan Gaspar bisa segera sembuh. Dia mungkin butuh waktu sekitar dua-tiga pekan untuk istirahat," ujar pelatih Persib, Drago Mamic.

Jika membutuhkan waktu tiga pekan, maka Persib terancam tidak bisa memainkan Gaspar saat menjamu PSAP Sigli di Stadion Si Jalak Harupat pada lanjutan ISL, 5 Januari 2012 mendatang.

Sementara itu, blunder kiper Jendry Pitoy saat Persib bermain imbang 2-2 melawan Persidafon menjadi sorotan Mamic. Pelatih asal Kroasia itu mengultimatum Pitoy untuk tidak kembali melakukan blunder di laga berikutnya.

"Saya hanya menginginkan para pemain tidak melakukan kesalahan fatal. Membuat kesalahan memang wajar, tapi jika dilakukan berulang-ulang berarti ada masalah serius yang harus dibereskan," pungkas Mamic. (ren)

persib prepare defenses


Coach Persib Bandung, Daniel Roekito admitted that he had prepared a number of players who are targeted to strengthen Arsenal in the second round of Indonesia Super League (ISL). However, he was unwilling to name who became the target.

"not (will not mention names - ed). The list is already there," said Daniel told reporters at Siliwangi Stadium, Tuesday (08/02/2011).

He explained that the changes must be made in the body Maung Bandung, to change into a better direction. One sector that want added is, for the back line. Line is considered a vital and under the spotlight of many parties.

"My need is. It is very urgent (back line). It should be (there are additional players) if you want good," he said.

Daniel would also claim to evaluate the performance of players and teams as a whole, during play in the first round. Later, the results of that evaluation will be submitted to the management to take a decision whether there will be players who struck or not.

"Later, after the last game this week, I made a report and evaluation. I'll report it. For the deletion or addition, it is up to management," explains Daniel.

He added, the composition of the current players are very good. But a different reality on the ground where sometimes the player in question appeared below his best.


Source: Detiksport 

Sabtu, 17 Desember 2011

a story funny of paris van java, west java (bandung)

2 people are stupid conversations, and,
The udin: "I Dreamed last night ubro

The ubro: "What a dream din?"

The udin: "dream sleep with someone pretty

The ubro: "how the story, you dream?"

The udin: "The subject is very beautiful, but, when i woke up there was beautiful, it would upset me, ah ..... I sleep again."

The udin: "Uh .... dream again."

The ubro: "he growled, dream what else?"

The udin: "dreams have a lot of money. I woke up last time I checked in my pants pocket, the money is not there, ah ... I'm getting annoyed"

The udin: "Uh .... I dream again"

The ubro: "still just a dream?,, Just like this movie, so dream what else ????"

The udin: "dream defecation"

The ubro: "how is it?"

The udin: "When I woke up, then I hold, it turns out there is Their faeces. Goak goak goak goak, (while laughing)
The ubro: there-there's only you .....

translate of sunda language from http://cecepabdulaziz.blogspot.com/2011/12/cerita-sunda-lumayan-wok-wok-wok.html

funny story

One morning, a little boy out of his room and asked his grandmother,
"Grandma, where father and mother?"
"They are still in the room grandchildren.", Replied her grandmother.
The boy laughed, then breakfast and then go play alone.
When he returned home, it was already noon. The boy asked his grandmother,
"Grandma, where the father and mother?"
"They are still in the room grandchildren." Briefly replied her grandmother.
The boy giggled, then finished his lunch and go play again.
At night the child came home for dinner. Before feeding the boy asked his grandmother.
"Grandma, where father and mother?"
"From this morning they still room, grandchildren," her grandmother replied back.
The boy giggled again.
"Why are you laughing?", His grandmother asked in astonishment.
The son answered:
"Last night my father entered my room, asking for skin moisturizing gel, but I love glue super glue ..."

translate of http://cecepabdulaziz.blogspot.com/2011/12/bocah-boloho.html

story of love fart II

ha ... ha ... ha .... now I can only laugh about what happened to me. Because a friend, my love is not Mella but Lia fahrini. last night, exactly on 16 December 2011, I express the feeling I was toll Mella, Mella was too cold but responding to what I have said to Mella. Suddenly, Pls I opened the facebook, there are incoming messages to the inbox facebook, my facebook of course. That in the inbox is a question, "Wherever the father?". It turns out That is Lia Fahrini sending messages, We Were already long familiar with, women know him through facebook. after that i asked Lia phone number, Because some of today, We lost contact. he new phone numbers change, but do not tell me. nah, after I get a phone number Lia, We continue with SMS, Lia toll me, if She just broke up with lia's boyfriend. She then ask me to find She's new boyfriend, Because, I felt something else too, so I said "do not have to look for, not whether there are expecting your love all the time". it's me. want to know the answer? wait a minute, We return again to the story of Mella.


I say to Mella, Mella same That I love all the time, but the replies from Mella, as if I reject the presence in the lives of Mella. therefore I decided to leave Mella. but welcomed the clear and obvious love being in front of me, She is Lia. Lia is a Student Who is studying at a university in jakarta, jakarta precisely. Lia majored in Midwifery. if you want to know more about Lia, just look at facebook, ok.
here's the answer from lia, Lia said, We run it only once as a pair of lovers. if if, We Are not destined to do in regret. for, marriage was God's provision. then, I say to Lia. "Nevertheless, ask to Lia That sense, Lia must be sure. If We Were destined. And may God grant it. Amen.Ask the senses and also to Lia, in carrying out this relationship, We must hold mutual trust with each other. Because, that's the key to the staying of our relationship. "Moreover, We Were pretty far distance, the between Jakarta and Bandung. Yes, says Lia.and now, for me, Lia is my true love, and I Will not disappoint Lia. Because me and Lia have binding ties. and Lia was everything to me. in the case of couples, but, in other respects, of God's number one. Rosullullah King and Muhammad is my role model, and my parents, mom and dad. WHO is the one Should I respect and I loved with all my heart,Now, I really feel happy for having shared with Lia. Lia and I verry love.


The first day, I feel very happy. Because, now I no longer feel alone with the presence of love. We start the day with great affection and mutual interest. though only via SMS. he .... he .... he ...

Kamis, 15 Desember 2011

story of love

My name is INDRA ROSMANA
I was one of the students who were educated in one state university in the city of Bandung
now I'm at level 5 or five semesters
and by chance I'm falling in love with a student who is now studying at the same university with my name at the Mella also now level with me that is half 5 also.
I actually like the same he had all the time, but this time she was having a relationship with one of the students at my campus, so I did not dare to interfere with their relationship, because I appreciate their relationship. for some reason? now I feel his getting bigger and as it were, a living time bomb will explode a few seconds longer. now though I do not know what he's already got a boyfriend yet, because of closeness with him I just started two days ago.
Initially, she added facebook me into his friendship, certainly through his new facebook, when I commented on his wall "new facebook huh?" she replied "she is, because the old facebook is dull, dull she's really lazy to clean it because too many spider -profit and profit-profits she fears him angry ". ha ... ha ... ha ... funny yes ...??
closeness I felt to his more when I commented on one of its news content of his post "I'm not willing if you with him" and I commented "I'd forgotten just relax"

she said again "thank you" Ultimately we kept each other's comments.
common name if the guy can not number the girl's no fun. then I sent to his on facebook inbox. I said "mell, may ask for an handphon?" she said "there is really looking at the group wrote" I said, she was ok so I'll try to find him "then that's not a little group called members, I look back and forth but, unfortunate she did not I find , but I do not despair I kept looking, I might have thought the number weaving, I open everything in the group but, the result remains the same no, I look at the culvert possible at the time she was sent to the group the number fell kececer, I'm looking at the tree jengkol also no, I thought maybe when she sends the number, the operator who sent the objections to that number stuck in a tree jengkol earlier. jengkol you know? it is a fruit that can be cooked to be eaten along with rice, it was so delicious and can also be fed directly but, while she was younger, when it's old cook delicious at all. let alone cook rendang ooohhhhh steady. lo jengkol really even talking about it ...? feel so sorry for that number. .... pity pity ... sorry for the poor numbers ....

the next day, I went to college intentions go to college. I think without him one class with me. oooooohhh I became flustered and could not think anymore, as if I would die and I could only smile at his face, because that I feel my whole body trembled like a very powerful earthquake. I really can not understand what I feel .....
then as time went on, the lesson was already exhausted. I asked my friend her name Ceceptz. I asked, "ente ceptz Mella did not have his number?" "ah, have not" when I heard those words, I'm more curious to look for it. because she said, Mella said "love is sincere, it is necessary sacrifices" but, may God ease my path, then ceceptz said "in (uuz) there  to ask him" then I see uuz who was sitting alone in the back, once he's sorry . already small in the back seat anyway, sorry .... sorry .... sorry .... once despised him .... hina hina really him, then I lift him from the baseness of him, by asking "have uuz Mella number?" have, he replied. then I told him where I want but do not tell the cleaners to Mella. ok, uuz said.
then I telephon Mella, and continue with SMS want you know the contents of sms? remains on this blog. because this story will continue.
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo